By ericku

 

komputer.jpg

WiFi

Free WiFi Internet Access”, belakangan kalimat ini atau sejenisnya muncul di banyak tempat keramaian publik, mulai dari mal, toko buku, hingga kafe. Tentu sangat menyenangkan bisa akses internet cepat di tempat yang asyik plus gratis pula. Akhirnya mulai dari anak sekolah, mahasiswa, eksekutif muda, hingga pengusaha ”membangun” tempat kerja di area WiFi. Cukup dengan sebuah laptop ber-WiFi ditemani secangkir kopi hangat, dan wuzzz… akses internet gratis yang cepat.

WiFi

WiFi adalah jaringan data berbasis gelombang radio dengan standar teknologi IEEE 802.11. WiFi sebenarnya tidak berbeda dengan telefon seluler, televisi, maupun radio. Kalau ponsel lebih pada data suara, dan TV/radio masuk dalam komunikasi satu arah, WiFi mempunyai kelebihan mampu mengakomodasi pertukaran data dan suara dalam dua arah. Akan tetapi, memang harus diingat untuk ponsel generasi 3G, data gambar bukan lagi masalah. Perbedaan fundamental terjadi di frekuensi yang digunakan. Ponsel (CDMA/GSM) umumnya menggunakan frekuensi 450 MHz, 800 MHz, atau 1900 MHz, sedangkan WiFi biasanya bekerja di frekuensi 2,4 GHz atau 5 GHz. Penggunaan frekuensi yang tinggi memungkinkan WiFi melakukan transfer data lebih banyak.

Secara sederhana, cara kerja komunikasi data pada jaringan WiFi adalah mengubah data ke dalam bentuk sinyal radio yang dilakukan oleh komponen adaptor nirkabel (wireless) di komputer atau perangkat lain (PDA, HP, dll). Kemudian sinyal radio ditransmisikan ke perangkat router nirkabel di lokasi tersebut, yang selanjutnya meneruskan ke jaringan global internet. Demikian juga proses sebaliknya, data dalam bentuk sinyal radio diubah ke dalam data komputer.

Untuk mengakses WiFi tentu perangkat kita harus mendukung, tetapi sekarang ini umumnya setiap PC maupun laptop terbaru telah dilengkapi dengan komponen nirkabel (embedded). Bila tidak, kita harus membeli sebuah perangkat tambahan yang kita pasang ke port USB atau serial. Komponen nirkabel ini sekaligus berfungsi sebagai antena pengiriman sinyal radio ke router. Tentu saja jarak jangkauannya tidak bisa jauh, hanya sekitar 30-an meter. Kecuali dengan menambahkan perangkat amplifier dan antena luar, jarak (coverage) WiFi bisa kita tingkatkan beberapa kali lipat. Hanya saja, secara teknis berlaku hukum semakin jauh jarak koneksi akan terjadi penurunan kualitas kecepatan transfer data.

Setelah perangkat siap dan kita pun telah berada di area jangkauan WiFi, selanjutnya tinggal ”konek”. Begitu laptop hidup, biasanya aplikasi WiFi Anda akan otomatis bisa menangkap sinyal yang ada. Namun, di tahap ini ada beberapa persyaratan untuk bisa mengakses internet lewat WiFi, bergantung pada pengelola layanan WiFi di tempat tersebut. Ada yang mengharuskan pengguna mendaftar terlebih dahulu untuk mendapatkan user ID dan password.

Pendaftaran umumnya bisa dilakukan di tempat tersebut. Tentu saja pendaftaran ini ada yang mengharuskan membayar biaya koneksi, misal dihitung per jam atau berdasarkan jumlah data yang kita download. Akan tetapi, ada pula yang gratis, user ID dan password langsung dibuatkan ketika Anda mendaftar. Selain itu, ada pula pengelola yang tidak mengharuskan mendaftar. User ID dan password menggunakan nama umum (default) yang umumnya tertulis besar di lokasi tersebut.

Belakangan, semakin banyak perusahaan memberi bonus pada pelanggannya berupa user ID dan password yang bisa digunakan untuk mengakses WiFi di mana pun yang masuk di jaringan kerja samanya. Artinya, di mana pun area WiFi yang tercantum pada layanan Anda, user ID dan password bisa digunakan. Contohnya, sebuah perusahaan penerbangan memberi bonus pada penumpang kelas bisnis layanan WiFi di executive lounge bandara.

Standar

Standar jaringan 802.11 terdiri atas beberapa versi. Yang paling ”tua” adalah 802.11b, dirilis tahun 1999, mampu mengirimkan data dengan kecepatan 11 Mbps menggunakan pengodean CCK (complimentary code keying). Selanjutnya versi 802.11g (tahun 2003), kecepatan transfer data hingga 54 Mbps dengan pengodean OFDM (orthogonal frequency-division multiplexing). Namun, versi 802.11a hampir sama dengan 802.11g, tetapi bekerja pada frekuensi 5 MHz. Belakangan versi 802.11n mulai ramai di pasaran dengan klaim beberapa produsen atas produk WiFi-nya meskipun sesungguhnya standar 802.11n yang menjanjikan kecepatan di atas pendahulunya ini belum final.

Bagi para pengguna akses internet WiFi, masalah umum yang sering ditemui biasanya berkisar pada kecepatan akses yang payah. Meskipun WiFi mampu mentransfer data hingga 54 Mbps, akan tetap tidak bermanfaat bila kecepatan transfer data dari router ke internet hanya sekitar, misal 256 Kbps. Itu pun harus dibagi antara pengguna lain pada saat yang sama. Masalah lain biasanya sering terjadi adanya interferensi antarperangkat WiFi atau bahkan putus koneksi akibat terlalu banyak pengakses untuk satu router.

Waspada

Meski demikian, sesungguhnya masalah besar yang seharusnya diwaspadai adalah perlindungan terhadap data yang tersimpan di laptop maupun data (password) yang digunakan ketika membuka suatu website. WiFi selama ini dikenal banyak orang sebagai jaringan komunikasi data yang ”kurang aman”. Awalnya, untuk melindungi data digunakan protokol WEP (wired equivalent privacy). WEP memang bukan tools andal untuk keamanan data (dari namanya sudah jelas, hanya ”mirip” dengan perlindungan data pada koneksi kabel), maka tak heran bermunculan kritik yang menyebut menggunakan WEP malah membuat lebih tidak aman dibandingkan dengan tidak menggunakan perlindungan data sama sekali ketika akses internet via WiFi.

Sebenarnya WEP menawarkan enkripsi komunikasi dan otentifikasi perangkat fisik untuk melindungi data, tanpa menambah kerumitan bagi para pengguna. WEP terbaru menggunakan algoritme pengacakan data hingga 128 bit yang secara teori tidak mudah ditembus oleh orang awam.

Akan tetapi, asal kita berhati-hati, akses internet di hotspot WiFi ini bisa aman sekaligus tentu saja nyaman.

Pastikan semua folders laptop tidak pada kondisi ”sharing file” serta aktifkan fitur firewall lokal pada laptop untuk menutup akses ilegal pada komputer Anda. Untuk akses situs sensitif seperti internet banking, sebaiknya ditunda, lakukan di rumah atau tempat lain yang Anda percaya lebih aman. Bila Anda merasa suatu hotspot ”tidak aman”, bisa jadi feeling Anda benar. Jadi, sebelum terjadi, hati-hati tetaplah nomor satu. Mendadak WiFi tidak harus membuat kita rugi bukan?***

Helmi Himawan
Penulis, konsultan IT dan mengelola website http://www.BandungGuide.com)

Baca juga :

 

Iklan

0 Responses to “Iptek”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




November 2017
S S R K J S M
« Des    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Recent Entries