By ericku

 

Kasus Pengikut ”Alquran Suci”, Polda Turunkan Tim


BANDUNG, (PR).-

Kapolda Jabar Irjen Pol. Sunarko Danu Ardanto mengatakan, untuk mencari keberadaan pengikut aliran Alquran Suci yang dikabarkan menghilang, Polda Jabar telah menurunkan anggotanya. “Dalam hal ini, kami turut mem-back up apa yang dilakukan oleh Polwiltabes dan Polres. Anggota kami juga ada yang turun ke lapangan untuk mencari informasi tentang keberadaan mereka,” ujar Kapolda di Bandung, Kamis (25/10).

SAHADI (kanan) mengusap rambut putrinya, Hairul Bariyah (tengah) yang akhirnya pulang setelah tiga hari menghilang di Desa Pasindangan, Kec. Klayan, Kab.Cirebon, Rabu (24/10). Hairul yang sempat dikabarkan dibawa penculik ternyata kabur dengan alasan pribadi.*ALIF SANTOSA/MD

Langkah lainnya adalah tetap berkomunikasi dengan pihak keluarga serta orang-orang yang dekat dan mengenal korban. “Kami juga sudah menyebar identitas serta foto mereka yang hilang, ke seluruh jajaran setingkat polres di wilayah hukum Polda Jabar. Mudah-mudahan ini dapat membantu,” katanya.

Sementara di Cirebon, Kepolisian Kab. Cirebon mulai menyelidiki dugaan aliran sesat di balik hilangnya Tufatul Maulidia alias Lidia alias Ifet (20), gadis warga Desa Mertapada Kulon, Kec. Astanajapura (Asjap), Kab Cirebon. Karena baru sebatas indikasi, penyelidikan dilakukan amat hati-hati, karena terkait hal yang cukup peka di masyarakat.

Kapolres Cirebon AKBP Drs. Syamsul Bahri mengemukakan, pihaknya akan mengumpulkan keterangan dari para saksi, terutama pihak keluarga Lidia. “Kami sebisa mungkin juga mencari kemungkinan adanya bukti-bukti. Sejauh ini sifatnya masih indikasi, bahkan kami baru sebatas menerima informasi. Kami akan menyelidiki sejauh mana kebenarannya,” tuturnya.

Diberitakan “PR” sebelumnya, Lidia alias Ifet kabur dari rumah, diduga ikut “hijrah” ke kelompok aliran sesat. Pihak orang tua curiga, sebab saat meninggalkan rumah, Lidia pergi secara baik-baik dan pamit mau ambil nilai di tempatnya belajar di Pondok Pesantren (Pontren) “An Naser” Kel. Kaliwadas, Kec Sumber, Kab Cirebon.

Abdulah Ahyadi (70), orang tua Lidia mengemukakan dugaan, putri kedelapannya itu kabur bersama kelompok sesat. Ini dikuatkan dengan adanya SMS yang dikirimkan Lidia kepada saudaranya. Isi pesan adalah ucapan selamat Lebaran dan meminta orang tuanya tidak usah mengkhawatirkan dirinya.

Tanda-tanda lain, sebelum meninggalkan rumah, ada sedikit perubahan perilaku pada gadis kelahiran 11 September 1987 itu, dari gadis manja menjadi pendiam dan penyendiri.

Namun, Kapolsek Asjap AKP Wahyudi mengemukakan versi lain soal misteri di balik hilangnya Lidia. Dituturkan, Lidia pergi dari rumah bersama pacarnya karena hubungan percintaan mereka tidak disetujui pihak keluarga.

Abdulah Ahyadi (70) membantah penilaian Wahyudi. Dia mengatakan, anak ke-8 dari sembilan bersaudara itu memang punya teman lelaki yang diakrabinya. Hanya, saat Lidia kabur, si lelaki itu tidak tahu-menahu.

Bukan kewenangan

Mengenai penilaian masyarakat tentang ajaran Alquran Suci yang katanya sesat, Kapolda enggan berkomentar banyak. “Wewenang kami sebatas mencari keberadaan korban. Kalau soal itu (ajaran sesat-red.), itu bukan wilayah kami. Itu wewenang MUI,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan Direktur Reserse Kriminal (Direskrim) Polda Jabar Kombes Pol. Tatang Somantri. “Wewenang kami jika sudah ada tindak pidana yang dilakukan oleh aliran tersebut. Apakah itu penganiayaan, penculikan atau tindak pidana lainnya. Selama belum ada laporan kepada kami soal itu, kami tidak berwenang mengambil langkah apa pun,” ujarnya.

Investigasi

Ketua Umum Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) K.H. Athian Ali Dai mengatakan, dalam sebulan terakhir Tim Investigasi Aliran Sesat (TIAS) FUUI sudah terjun untuk melakukan investigasi. “Hampir setiap hari FUUI menerima laporan dari masyarakat soal anaknya yang hilang atau perubahan akhlak anaknya yang tak mau beribadah,” katanya.

Dengan munculnya kasus Alquran Suci, menurut Kiai Athian, masyarakat umumnya menghubungkan kehilangan anaknya dengan aliran tersebut. “Padahal, belum tentu anak hilang berkaitan dengan Alquran Suci meski bisa saja ada hubungannya. Kita terus telusuri masalah ini,” katanya.

Dengan adanya kasus Ria di Majalengka, menurut Kiai Athian, TIAS FUUI sedang mengonsentrasikan ke sana sehingga bisa mengungkap Alquran Suci. ”Kesulitan kita, belum ada korban Alquran Suci yang mau melapor,” katanya.

Kesulitan lainnya adalah adanya 250 aliran di Jawa Barat yang sebagian merupakan aliran sesat atau menyimpang dari ajaran Islam. ”Dari motif, aliran sesat juga bermacam-macam, bisa untuk kepentingan kelompok tertentu, kepentingan politik, sampai pengumpulan harta benda,” katanya.

FUUI, kata Kiai Athian, belum mengeluarkan fatwa resmi soal kesesatan Alquran Suci, namun pahamnya sudah terendus. ”Kalau Alquran Suci mengingkari hadis nabi, maka termasuk sesat,” katanya.

Sedangkan Ketua Umum MUI Jabar K.H. Hafizh Utsman mengatakan, wilayah Jawa Barat menjadi lahan subur berkembangnya penyimpangan ajaran Islam berupa aliran sesat. “Saat ini di Jawa Barat berkembang aliran Alqiyadah Al-Islamiyah dan Alquran Suci. Sudah banyak laporan yang masuk ke MUI Jabar dari MUI kabupaten/kota soal gerakan Alqiyadah dan Alquran Suci ini baik dari Cirebon, Indramayu, Bogor, Cianjur, dan daerah lainnya,” katanya saat silaturahmi Idulfitri di Bale Asri Pusdai Jabar, Kamis (25/10).

Kiai Hafizh meminta para pengurus MUI Jabar ataupun MUI kabupaten/kota untuk memantau dan mewaspadai berkembangnya penyimpangan ajaran Islam tersebut. “Apalagi wilayah Jawa Barat sering dijadikan markas atau pusat kegiatan, padahal penggeraknya orang-orang Jakarta. Seperti Alqiyadah Al-Islamiyah di Bogor dengan pimpinannya dari Jakarta,” ucapnya.

MUI pusat, kata Kiai Hafizh, sudah mengeluarkan fatwa sesat kepada Alqiyadah Al-Islamiyah karena mengangkat nabi baru. ”Sedangkan Alquran Suci bisa dinilai menyesatkan karena mengingkari adanya sunah atau hadis Nabi Muhammad atau faham ingkarussunnah,” katanya. (A-71/A-93/A-128/A-153)***

Iklan

0 Responses to “Kriminal”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Desember 2017
S S R K J S M
« Des    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Recent Entries


%d blogger menyukai ini: